11.04 pm
tahukah?
esensi penggunaan "tanda seru" untuk mengungkapkan kalimat seruan, kesungguhan, ketidakpercayaan atau rasa emosi yang kuat?
uhuh. saya cukup tahu rasanya menjadi orang yang menerima rentetan kalimat yang diakhiri tanda seru.
seperti campuran emosi, rasa bersalah, kemudian rasa ingin menyelamatkan harga diri.
tidak cukupkah anda meneriaki kalimat penuh emosi itu?
saya sudah cukup terluka pada keadaan yang menjebakku dalam ketiadaan pilihan. mengertikah?
tanda seru itu rasanya seperti, ehmm tidak bisa diungkapkan rupanya
tapi ketika anda mendapatkan pesan singkat yang diakhiri tanda seru, kurang lebih perasaannya seperti ini:
- sakit hati
- emosi
- ingin introspeksi, dan
- menjadi galau segalau galaunya. menjadi sensif terhadap satu dua hal. dan timbul rasa ingin menunjukkan bahwa kita tetap terdepan.
CAMKAN.
tidak ada salahnya anda menggunakan tanda seru. hanya saja anda harus sadar betul siapa lawan bicara anda.
apakah seorang atasan berhak menerimanya? kurasa tidak. apakah seorang teman berhak menerimanya? kurasa tidak.
jangan sampai karena emosi yang sementara kemudian merusak satu tahun kebersamaan seseorang. anda merusak segalanya hanya karena "tanda seru"
saya sangat menyayangi anda, anda tahu pasti itu.
saya sangat menghargai anda, anda seharusnya menyadari ini.
rupanya saya hanya menelan kecewa yang tertumpuk karenanya.
ya sudah. mungkin kisah tanda seru harus segera dilupakan - kemudian merubahkan dengan emoticon yang jauh menyenangkan.
oleh:
Atik Widianti

Tidak ada komentar:
Posting Komentar